085292224886 allam.medica@yahoo.co.id

Hubungi Kami

Kirim Pesan
Get In Touch
Jl. P. Diponegoro No.609, Bumiayu, Brebes
Beranda Artikel Detail Artikel
Edukasi

Bahaya Pre-Eklampsia Berat (PEB) dan Eklampsi Pada Ibu Hamil

RSU Allam Medica 18 June 2026 4 menit baca 50 tayangan
Bahaya Pre-Eklampsia Berat (PEB) dan Eklampsi Pada Ibu Hamil
Kehamilan adalah fase yang sangat menakjubkan sekaligus mendebarkan. Sangat wajar jika Anda merasa khawatir ketika mendengar istilah medis yang terdengar berat seperti Preeklampsia atau Eklampsia. Mengatahui kondisi medis ini bukan bertujuan untuk membuat diri semakin ketakutan, melainkan sebagai bentuk antisipasi agar ibu dan janin tetap sehat hingga hari persalinan tiba.



Memahami Preeklampsia dan Eklampsia.

Kondisi ini adalah gangguan tekanan darah tinggi yang terjadi pada masa kehamilan (biasanya setelah usia 20 minggu). Pada pasien Pre-eklampsia tekanan darah tinggi atau hipertensi muncul disertai bocornya protein dalam urin/ air seni disertai munculnya bengkak-bengkak pada tubuh. Eklampsia adalah kondisi lebih tinggi dari preeklampsia dimana gangguan preeklampsia muncul disertai kejang atau koma yang timbul bukan akibat kelainan neurologi. Superimposed preeclampsia-eklampsia berbeda dengan pre-eklampsia atau eklampsia biasa karena pada ibu tersebut memang memiliki riwayat hipertensi sebelumnya, kemudian terjadi perburukan gejala yang signifikan, seperti lonjakan tekanan darah atau munculnya protein dalam urine setelah usia kehamilan 20 minggu.



Mengapa Kondisi Ini Bisa Terjadi?

Hingga saat ini, dunia medis belum mengetahui penyebab pastinya secara 100%. Kondisi ini sering disebut "penyakit dengan banyak teori". Namun, dokter dan ilmuwan meyakini beberapa faktor utama berikut sebagai pemicunya:

Penyempitan Pembuluh Darah: Terjadi kerusakan pada dinding pembuluh darah ibu, sehingga pembuluh darah menyempit. Aliran darah ke tubuh dan janin pun menjadi tidak lancar.
Faktor Kekebalan Tubuh: Tubuh ibu masih "kaget" atau beradaptasi dengan jaringan janin/ari-ari. Inilah sebabnya kondisi ini lebih sering terjadi pada kehamilan pertama.
Faktor Keturunan (Genetik): Risiko Anda akan lebih tinggi jika ibu atau nenek Anda pernah mengalami preeklampsia saat mereka hamil dulu.


Gejala yang Harus Diwaspadai

Penting untuk peka terhadap perubahan tubuh saat hamil. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami tanda-tanda berikut:

Pembengkakan Berlebih (Edema): Terutama pada wajah, tangan, dan kaki, yang tidak hilang setelah diistirahatkan.
Berat Badan Naik Drastis: Kenaikan lebih dari 1 kg dalam seminggu secara berturut-turut akibat penumpukan cairan.
Tekanan Darah Tinggi: Angka tensi mencapai 140/90 mmHg atau lebih.
Sakit Kepala Hebat: Rasa sakit di bagian depan kepala yang tidak kunjung hilang.
Gangguan Penglihatan: Pandangan tiba-tiba menjadi kabur atau berbayang.
Nyeri Ulu Hati: Rasa sakit di area perut bagian atas atau ulu hati.
Kencing Sedikit: Volume air seni yang keluar sangat sedikit atau bahkan tidak ada.


Apa Bahayanya Jika Tidak Ditangani?

Preeklampsia yang dibiarkan bisa berubah menjadi eklampsia (kejang). Kondisi ini sangat berbahaya karena penyempitan pembuluh darah akan membuat organ-organ vital kekurangan oksigen. Berikut adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi:

Pada Ibu: Berisiko mengalami pendarahan otak, gagal ginjal, kerusakan fungsi hati, hingga sindrom HELLP (hancurnya sel darah merah dan rusaknya fungsi liver).
Pada Janin: Karena aliran darah di ari-ari (plasenta) terhambat, bayi bisa kekurangan gizi dan oksigen. Hal ini memicu pertumbuhan janin terhambat, kelahiran prematur, hingga risiko keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan.


Bagaimana Dokter Menanganinya?

Tujuan utama dari perawatan medis adalah mencegah ibu mengalami kejang, menstabilkan organ vital, dan melahirkan bayi dengan selamat. Karena risikonya tinggi, ibu hamil dengan Preeklampsia Berat (PEB) atau Eklampsia wajib dirawat di rumah sakit.

Berikut adalah langkah-langkah yang umumnya diambil oleh tim medis:

Pemberian Obat Anti-Kejang: Dokter akan memberikan infus Magnesium Sulfat (MgSO4) untuk melindungi otak ibu dan mencegah terjadinya kejang.
Pemberian Obat Penurun Tensi: Obat-obatan akan diberikan untuk menurunkan tekanan darah secara perlahan agar kembali stabil dan aman.
Pemantauan Ketat: Dokter akan memantau kondisi ibu (tensi, jumlah air kencing, pernapasan) dan kondisi janin (menggunakan USG dan monitor detak jantung) setiap jam.
Persalinan Segera: Satu-satunya "obat" paling efektif untuk menghentikan preeklampsia dan eklampsia adalah dengan melahirkan bayi dan plasentanya. Jika kondisi ibu atau janin mulai terancam, dokter biasanya akan menyarankan persalinan segera, seringkali melalui operasi sesar, demi keselamatan keduanya.
Preeklampsia memang terdengar menakutkan, tetapi dengan pemeriksaan kehamilan (ANC) yang rutin sejak dini, kondisi ini bisa dideteksi dan dikendalikan sebelum menjadi bahaya. RSU Allam Medica Bumiayu hadir dengan tim dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obgyn) yang siap memberikan pelayanan terbaik untuk ibu dan si kecil. Ayo, segera hubungi dokter kandungan anda! Preeklampsia tidak dapat dicegah, tapi dapat diatasi dengan terapi tepat segera setelah deteksi dini. Untuk informasi jadwal dokter dan pendaftaran, hubungi Customer Care kami.


oleh : dr. Rivai Harun Arrasid
editor : dr. Soviyanti Wulandari
Kembali ke Daftar Artikel