085292224886 allam.medica@yahoo.co.id

Hubungi Kami

Kirim Pesan
Get In Touch
Jl. P. Diponegoro No.609, Bumiayu, Brebes
Beranda Artikel Detail Artikel
Kesehatan

Lutut Terasa Kaku Saat Bangun Pagi? Kenali Osteoartritis Genu Sebelum Terlambat

RSU Allam Medica 17 September 2026 6 menit baca 15 tayangan
Lutut Terasa Kaku Saat Bangun Pagi? Kenali Osteoartritis Genu Sebelum Terlambat
Oleh Tim PKRS RSU Allam Medica Bumiayu

Dipublikasikan oleh Humas dan Kerjasama RSU Allam Medica Bumiayu

Pernahkah Anda merasakan lutut nyeri saat menaiki tangga, terasa kaku ketika bangun tidur, atau muncul bunyi "krek-krek" saat berjalan maupun berjongkok? Banyak orang menganggap keluhan tersebut sebagai hal biasa akibat usia atau kelelahan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal osteoartritis genu, yaitu pengapuran sendi lutut yang sering terjadi pada usia dewasa hingga lanjut usia.

Osteoartritis (OA) lutut merupakan salah satu penyebab tersering gangguan gerak dan penurunan kualitas hidup. Kabar baiknya, penyakit ini dapat dikendalikan apabila dikenali sejak dini dan ditangani dengan tepat. Dengan pengelolaan yang baik, nyeri dapat berkurang, fungsi sendi dapat dipertahankan, dan aktivitas sehari-hari tetap dapat dijalani dengan nyaman.

Apa Itu Osteoartritis Genu?

Osteoartritis adalah penyakit sendi kronis yang terjadi akibat kerusakan bertahap pada tulang rawan sendi. Tulang rawan berfungsi sebagai bantalan yang membantu pergerakan sendi menjadi lebih halus. Ketika bantalan ini menipis atau rusak, tulang akan saling bergesekan sehingga menimbulkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak.

Pada osteoartritis genu, proses tersebut terjadi pada sendi lutut. Seiring waktu, dapat terbentuk taji tulang (osteofit), penyempitan celah sendi, serta perubahan struktur tulang di sekitar lutut yang memperberat keluhan pasien.

Seberapa Sering Penyakit Ini Terjadi?

Osteoartritis merupakan bentuk radang sendi yang paling banyak ditemukan di seluruh dunia. Diperkirakan lebih dari 300 juta orang mengalami kondisi ini, dan lutut merupakan lokasi yang paling sering terkena.

Di Indonesia, angka kejadian osteoartritis meningkat seiring bertambahnya usia. Keluhan nyeri dan gangguan fungsi lutut lebih sering ditemukan pada kelompok usia lanjut, terutama pada wanita setelah menopause. Perubahan hormonal, khususnya penurunan kadar estrogen, diduga turut berperan dalam proses kerusakan sendi.

Siapa yang Berisiko Mengalami Osteoartritis Lutut?
Beberapa faktor memang tidak dapat diubah, seperti:
- Bertambahnya usia.
- Jenis kelamin perempuan.
- Riwayat keluarga dengan osteoartritis.
- Faktor genetik tertentu.

Namun, ada pula faktor yang dapat dikendalikan, antara lain:
- Kelebihan berat badan atau obesitas.
- Kelemahan otot paha depan (quadriceps).
- Riwayat cedera lutut.
- Aktivitas fisik berat yang dilakukan berulang.
- Kelainan bentuk tungkai seperti kaki berbentuk O atau X.
- Pekerjaan yang mengharuskan sering jongkok, berlutut, atau naik turun tangga.

Di antara berbagai faktor tersebut, obesitas merupakan salah satu yang paling berpengaruh karena memberikan tekanan berlebih pada sendi lutut setiap kali seseorang berdiri, berjalan, maupun beraktivitas.

Gejala yang Sering Dikeluhkan

Keluhan osteoartritis biasanya muncul secara perlahan dan semakin terasa dari waktu ke waktu. Gejala yang sering ditemukan antara lain:
- Nyeri lutut saat beraktivitas, terutama ketika berjalan jauh, naik turun tangga, atau jongkok.
- Rasa kaku pada lutut setelah bangun tidur atau setelah duduk lama.
- Bunyi gemeretak atau "kriuk-kriuk" saat lutut digerakkan.
- Pembengkakan pada sendi lutut.
- Gerakan lutut menjadi terbatas.
- Lutut terasa tidak stabil atau mudah goyah ketika berdiri.
Berbeda dengan infeksi sendi atau serangan asam urat yang sering muncul mendadak, osteoartritis berkembang perlahan dan berlangsung dalam jangka waktu lama.

Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis?

Dokter biasanya dapat mengenali osteoartritis melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Keluhan nyeri yang khas, disertai kekakuan dan bunyi krepitus saat sendi digerakkan, sering kali sudah mengarah pada diagnosis OA lutut.

Apabila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan foto rontgen untuk melihat kondisi sendi dan menentukan tingkat keparahan kerusakan. Hasil pemeriksaan ini membantu menentukan pilihan terapi yang paling sesuai bagi pasien.

Bagaimana Penanganannya?

Tujuan utama pengobatan osteoartritis adalah mengurangi nyeri, mempertahankan fungsi sendi, serta memperlambat perkembangan penyakit.

1. Perubahan Gaya Hidup dan Terapi Non-Obat

Penanganan tanpa obat merupakan fondasi utama dalam pengelolaan OA lutut.

Beberapa langkah yang dianjurkan meliputi:
- Menurunkan berat badan bila mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
- Melakukan latihan penguatan otot paha secara rutin.
- Berjalan kaki, bersepeda statis, atau berenang sesuai kemampuan.
- Menggunakan alat bantu jalan bila diperlukan.
- Mengikuti program fisioterapi untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas sendi.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa kombinasi penurunan berat badan dan latihan fisik teratur dapat memberikan perbaikan yang signifikan terhadap nyeri dan kemampuan bergerak.

2. Pengobatan

Bila keluhan masih mengganggu, dokter dapat memberikan terapi obat sesuai kondisi pasien, seperti:
- Parasetamol untuk nyeri ringan hingga sedang.
- Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), baik dalam bentuk tablet maupun salep.
-Injeksi kortikosteroid ke dalam sendi pada kondisi tertentu.
- Injeksi asam hialuronat pada beberapa kasus yang sesuai indikasi.
Penggunaan obat harus berada di bawah pengawasan dokter untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

3. Tindakan Operatif

Pada osteoartritis yang sudah berat dan menyebabkan gangguan aktivitas yang signifikan, dokter spesialis ortopedi dapat mempertimbangkan tindakan operasi penggantian sendi lutut (total knee replacement).

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami:
- Nyeri lutut yang tidak membaik selama beberapa minggu.
- Kesulitan berjalan atau naik turun tangga.
- Lutut sering terasa terkunci atau tidak stabil.
- Pembengkakan yang menetap.
- Keluhan yang mulai mengganggu pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.
Pemeriksaan lebih awal memungkinkan penanganan dilakukan sebelum kerusakan sendi menjadi semakin berat.

Bisakah Osteoartritis Dicegah?

Meskipun proses penuaan tidak dapat dihentikan, risiko osteoartritis dapat dikurangi dengan beberapa langkah sederhana:
- Menjaga berat badan tetap ideal.
- Rutin berolahraga yang ramah bagi sendi.
- Menghindari cedera lutut.
- Mengurangi kebiasaan jongkok atau berlutut terlalu lama.
- Melatih kekuatan otot tungkai secara teratur.
- Memeriksakan diri apabila mulai muncul keluhan nyeri atau kaku pada lutut.
Osteoartritis genu merupakan penyakit sendi yang sering terjadi, terutama pada usia dewasa dan lanjut usia. Meskipun bersifat kronis, kondisi ini bukan berarti harus diterima begitu saja sebagai bagian dari penuaan.

Dengan deteksi dini, pengendalian berat badan, olahraga yang tepat, serta terapi yang sesuai, progresivitas penyakit dapat diperlambat dan kualitas hidup tetap terjaga.

Jangan abaikan nyeri lutut yang Anda rasakan. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi sendi dan tetap aktif menjalani kehidupan sehari-hari.

Untuk konsultasi dan penanganan lebih lanjut terkait keluhan nyeri sendi lutut, masyarakat dapat berkonsultasi melalui Poli Penyakit Dalam maupun Poli Syaraf RSU Allam Medica Bumiayu.

"Sendi Sehat, Langkah Kuat — Jaga Lutut Anda Sejak Dini."

Daftar Pustaka

1. Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan
Pengelolaan Osteoartritis (Lutut, Tangan, dan Panggul): Rekomendasi Perhimpunan
Reumatologi Indonesia 2021. Jakarta: Perhimpunan Reumatologi Indonesia; 2021.

2. Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Rekomendasi IRA
untuk Diagnosis dan Penatalaksanaan Osteoartritis. Jakarta: Perhimpunan
Reumatologi Indonesia; 2014.

3. Wijaya S. Osteoartritis Lutut. CDK-265.
2018;45(6):424–429.

4. Swandari A, Siwi K, Putri F, Waritsu C, Abdullah K.
Buku Ajar Terapi Latihan pada Osteoarthritis Lutut. Surabaya; 2022.

5. Rahayuningsih N, Nofianti T, Sarah M, Ngguwa Ari SC,
Pratidina R, Talistra MR, Maharani T, Prisnawati E, Putri SG. Peningkatan
Pengetahuan Masyarakat Lansia dalam Pencegahan dan Penanganan Osteoarthritis di
Desa Cisayong. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
2025;8(5):2258–2265.

6. Karakteristik Penderita Osteoartritis Lutut di RSUD
Kabupaten Barru Periode Januari 2014–Desember 2015 [Tinjauan Pustaka
Kedokteran].
Kembali ke Daftar Artikel