Oleh Tim PKRS RSU Allam Medica Bumiayu
Dipublikasikan oleh Humas dan Kerjasama RSU Allam Medica Bumiayu
Pernah mengalami sakit gigi yang datang dan pergi lalu menganggapnya akan sembuh sendiri? Hati-hati. Nyeri gigi sering kali merupakan tanda adanya kerusakan yang terus berkembang di dalam gigi. Kondisi yang awalnya hanya berupa gigi berlubang dapat berlanjut menjadi peradangan saraf gigi (pulpitis), bahkan infeksi berat berupa abses bila tidak segera ditangani.
Semakin cepat masalah gigi ditemukan, semakin besar peluang gigi asli dapat dipertahankan tanpa harus dicabut. Karena itu, penting untuk mengenali tahapan kerusakan gigi berikut ini.
1. Gigi Berlubang: Awal Mula Masalah
Gigi berlubang atau karies merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang paling sering terjadi. Kondisi ini muncul ketika bakteri dalam mulut mengubah sisa makanan menjadi asam yang secara perlahan merusak lapisan pelindung gigi (email).
Pada tahap awal, kerusakan gigi sering kali tidak menimbulkan gejala. Seiring waktu, lubang akan semakin dalam dan mulai menyebabkan keluhan seperti:
Gigi terasa ngilu saat minum dingin atau panas
Sensitif terhadap makanan manis atau asam
Muncul lubang atau bercak kehitaman pada gigi
Makanan mudah terselip di sela gigi
Bila ditangani pada tahap ini, umumnya gigi cukup dirawat dengan penambalan.
2. Pulpitis: Saat Saraf Gigi Mulai Meradang
Di bagian tengah gigi terdapat jaringan yang disebut pulpa. Jaringan ini berisi saraf dan pembuluh darah yang menjaga vitalitas gigi.
Ketika lubang gigi semakin dalam, bakteri dapat mencapai pulpa dan menyebabkan peradangan yang disebut pulpitis.
Pulpitis Reversibel
Pada tahap ini, peradangan masih ringan dan dapat pulih setelah penyebabnya diatasi.
Gejalanya antara lain:
Nyeri sesaat saat terkena dingin atau manis
Keluhan cepat hilang setelah rangsangan berhenti
Biasanya gigi masih dapat dipertahankan melalui perawatan konservatif seperti penambalan.
Pulpitis Ireversibel
Jika kerusakan terus berlanjut, peradangan menjadi lebih berat dan tidak dapat pulih dengan sendirinya.
Tanda-tandanya meliputi:
Nyeri berdenyut
Nyeri muncul tanpa rangsangan
Nyeri berlangsung lama
Keluhan sering memburuk pada malam hari
Pada tahap inilah banyak pasien akhirnya mencari pertolongan karena rasa sakit sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Nekrosis Pulpa: Saraf Gigi Mati
Bila pulpitis tidak ditangani, jaringan pulpa dapat mengalami kematian atau nekrosis.
Banyak orang mengira nyeri yang berkurang berarti kondisi sudah membaik. Padahal, hilangnya rasa sakit bisa menjadi tanda bahwa saraf gigi sudah mati dan infeksi mulai menyebar ke jaringan di sekitar akar gigi.
4. Abses Gigi: Infeksi yang Tidak Boleh Diabaikan
Abses gigi adalah kumpulan nanah yang terbentuk akibat infeksi bakteri di sekitar akar gigi.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
Gusi bengkak dan kemerahan
Muncul benjolan berisi nanah pada gusi
Nyeri berdenyut hebat
Nyeri menjalar ke rahang, telinga, atau leher
Bau mulut
Demam
Gigi terasa sakit saat digunakan mengunyah
Pada kasus yang berat, infeksi dapat menyebar ke jaringan wajah dan leher sehingga menyebabkan kesulitan menelan atau bahkan gangguan pernapasan. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.
Apakah Gigi yang Terinfeksi Harus Dicabut?
Tidak selalu.
Banyak kasus gigi yang mengalami infeksi hingga akar masih dapat dipertahankan melalui perawatan saluran akar. Prosedur ini bertujuan membersihkan jaringan yang terinfeksi di dalam gigi, menghilangkan bakteri, dan menutup kembali saluran akar agar infeksi tidak berulang.
Mempertahankan gigi asli memiliki banyak keuntungan, antara lain:
Fungsi mengunyah tetap optimal
Susunan gigi tetap terjaga
Mencegah pergeseran gigi di sekitarnya
Menjaga kesehatan rahang dan rongga mulut secara keseluruhan
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera periksakan diri apabila mengalami:
Sakit gigi yang tidak kunjung membaik
Gigi sensitif berkepanjangan terhadap panas atau dingin
Gusi bengkak atau bernanah
Perubahan warna gigi
Nyeri saat menggigit atau mengunyah
Pembengkakan pada wajah atau rahang
Jangan menunggu hingga nyeri menjadi sangat berat. Semakin cepat ditangani, semakin sederhana dan lebih hemat biaya perawatannya.
Cegah Sebelum Terjadi
Menjaga kesehatan gigi jauh lebih mudah daripada mengobati kerusakannya. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah:
Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride
Membersihkan sela gigi menggunakan dental floss
Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis
Memperbanyak minum air putih
Memeriksakan gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali
Periksa Gigi Anda di Poli Gigi RSU Allam Medica Bumiayu
Jangan tunggu gigi berlubang berkembang menjadi infeksi yang lebih serius. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mempertahankan gigi asli dan mencegah komplikasi.
Poli Gigi RSU Allam Medica Bumiayu melayani konsultasi, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, penambalan gigi, pencabutan gigi, hingga perawatan saluran akar sesuai kebutuhan pasien.
RSU Allam Medica Bumiayu
Kesehatan Anda, Tujuan Kami.
Daftar Pustaka
1. Antika E, Lesmana IPD, Hindayati AS. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pulpitis pada Gigi dengan Menggunakan Metode Certainty Factor. Jurnal Ilmiah INOVASI. 2014;14(2):117-124.
2. Kartinawanti AT, Asy'ari AK. Penyakit Pulpa dan Perawatan Saluran Akar Satu Kali Kunjungan: Literature Review. Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi (JIKG). 2021;4(2):64-70.
3. Santa M, Trilaksana AC. Penanganan Kedaruratan Endodontik pada Pulpitis Ireversibel. [Jurnal Konservasi Gigi]. 2018.
4. Atmojo SPS, Sidiqa AN. Penanganan Abses Periapikal Kronis Palatal Anterior pada Gigi Insisif Lateral Rahang Atas. J Ked Gi Univ Padj. 2021;10(1):15-21.
5. Nabila AK, Widyastuti NH. Penyembuhan Abses Periapikal Berukuran Besar Setelah Dilakukan Perawatan Saluran Akar: Laporan Kasus. J Ked Gi Univ Padj. 2025;37(1):128-136.
6. RS Premier Jatinegara. Atasi Sakitnya Gigi Berlubang, Sebelum Menyerang. 2022.
7. Kusumasari C. Sakit Gigi Tak Kunjung Hilang? Bisa Jadi Tanda Perlu Perawatan Saluran Akar. RS Premier Jatinegara. 2026.