Perubahan cuaca dan musim penghujan seringkali memicu peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah masyarakat. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini tidak boleh dianggap remeh. Jika terlambat ditangani, DBD dapat memicu komplikasi fatal seperti Dengue Shock Syndrome (DSS).
Seringkali, pasien terlambat dibawa ke rumah sakit karena terkecoh oleh penurunan suhu tubuh yang dianggap sebagai tanda kesembuhan. Padahal, justru di situlah letak fase paling berbahaya dari DBD.
Kenali 3 Fase DBD: Siklus Pelana Kuda
Perjalanan penyakit DBD umumnya berlangsung selama 7 hari dan dikenal dengan istilah "Siklus Pelana Kuda". Berikut adalah fase yang wajib Anda waspadai:
1. Fase Demam (Hari ke 1 - 3)
Pasien akan mengalami demam tinggi mendadak hingga mencapai 40°C. Gejala ini biasanya disertai dengan sakit kepala hebat, nyeri di bagian belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, serta munculnya bintik kemerahan pada kulit.
2. Fase Kritis (Hari ke 4 - 5)
Pada fase ini, suhu tubuh pasien akan turun menjadi normal (sekitar 37°C) dan pasien sering merasa sudah sembuh. Hati-hati, ini adalah fase paling berbahaya! Di fase inilah sering terjadi kebocoran plasma darah yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis. Jika tidak mendapat pantauan medis yang ketat, pasien berisiko mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS) yang mengancam nyawa.
3. Fase Pemulihan (Hari ke 6 - 7)
Jika fase kritis berhasil dilewati dengan penanganan medis yang tepat, cairan tubuh akan berangsur kembali normal. Denyut nadi menguat, nafsu makan kembali, dan kondisi tubuh secara umum membaik.
Kapan Harus Segera ke IGD atau Dokter Spesialis?
Jangan menunggu hingga kondisi memburuk. Segera bawa pasien ke rumah sakit jika demam tidak kunjung turun setelah 3 hari atau jika muncul Warning Signs (tanda bahaya) berikut ini pada fase kritis:
Sakit perut bagian atas yang hebat dan terus-menerus.
Muntah persisten (terus-menerus).
Terjadi perdarahan spontan (mimisan, gusi berdarah, muntah darah, atau BAB berwarna hitam).
Pasien tampak sangat lemas, gelisah, atau mengalami penurunan kesadaran.
Kaki dan tangan terasa dingin dan berkeringat.
Pencegahan Utama: Terapkan 3M Plus
Cara terbaik melawan DBD adalah dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk. Terapkan selalu gerakan 3M Plus:
Menguras tempat penampungan air secara rutin.
Menutup rapat tempat penampungan air.
Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi genangan air.
Plus: Menggunakan kelambu, memakai losion anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan memelihara ikan pemakan jentik.
Butuh konsultasi lebih lanjut? RSU Allam Medica Bumiayu menyediakan layanan Poli Penyakit Dalam dengan tenaga medis profesional yang siap membantu Anda melakukan deteksi dini, pengelolaan diabetes, serta konsultasi gaya hidup sehat. Hubungi Customer Service Care kami untuk info layanan lebih lanjut.
Oleh: dr. Soviyanti Wulandari